Tampilkan postingan dengan label bikers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bikers. Tampilkan semua postingan

20 September 2008

bout' refuelling ur'bike

Ini adalah tips dalam mengisi bensin:

1. *ISI BENSIN **_HANYA_** DI PAGI HARI

saat suhu permukaan tanah masih dingin. Setiap pom bensin menyimpan bensinnya di ruang penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin suhunya, maka bensin akan semakin padat,
sedangkan saat suhu menghangat, bensin akan _memuai _(!)

Maka, kalo kita isi bensin di sore atau malam (saat suhu tanah masih panas), bensin akan memuai, artinya VOLUME yang terbaca oleh meteran akan menjadi lebih besar dari VOLUME sebenernya.

Dalam bisnis BBM ini, penambahan suhu 1 derajat besar bedanya. Tapi semua pom bensin (service station) nggak punya alat untuk mengkompensasikan perbedaan ini untuk konsumen.

2. *SAAT MENGISI BENSIN, JANGAN MENGATUR BUKAAN NOZZLE jadi FAST MODE

Mostly karena di sana kita ngisi bensin sendiri alias self-service. Tapi bisa kita coba di sini ngasi tau ke tukang ngisinya supaya setting ke slow mode (bisa nggak ya?).

The trigger punya 3 level : low, medium, high. Di slow mode, kita memasukkan bensin secara perlahan, dan akibatnya adalah meminimalisasi terciptanya vapor (uap) dari bensin tsb.

Semua selang di pom bensin punya vapor return (artinya kira2 : jalan kembali bagi uap bensin). Kalau kita setting ke FAST mode, maka sebagian dari bensin (yang berbentuk cair) akan berubah menjadi vapor (uap) dan akan tersedot balik ke tangki penyimpanan, jadinya bensin yang masuk ke mobil/motor kita lebih sedikit dari yang tertera di meteran.

Trus kalo di SLOW mode nggak sempet berubah menjadi uap? mungkin gitu. Atau paling nggak lebih lambat berubah jadi uap. Mungkin lho.

3. *ISI BENSIN SAAT TANGKI MASIH BERISI SETENGAH (Half-Full)* 

Karena semakin banyak tangki bensin kita berisi bensin, semakin sedikit udara yang ada di sana . Petrol (bensin) menguap jauh lebih cepat dari yang kamu bayangkan. Tangki penyimpan bensin punya atap yang mengapung di dalamnya (internal floating roof), yang berfungsi sebagai pemisah antara bensin dan udara di dalam tangki.

Trus hubungannya sama hemat bensin apa ya?

mungkin gini:
kalo di Pom bensin, mereka punya internal floating roof, jadi mereka nggak akan mengalami pengurangan bensin karena menguap, sedangkan di mobil/motor kita nggak ada, jadi harus kita atur sendiri.

4. *SAAT POM BENSIN SEDANG DIISI ( ADA TRUK PENGISI) 

jangan mengisi bensin*.
Kemungkinan besar isi bensin di ruang penyimpanan (storage tank) sedang teraduk sehingga kotoran (yang biasanya ada di dasar) akan terangkat dan bisa terbawa masuk ke tangki bensin mobil/motor kita.

smoga bemanfaat :)


Thanks & B' Rgds,
Rizal Arman
Doc. Export Dept.
Modern Pacific International
www.modern-pacific. com

Sumber : Milist KaFC ( karisma_fans_club(at)yahoogroups.com )

diunduh dari : KarismaFansClub.or.id dan diposting oleh : capuletz

bensin vs motor yg anda gunakan part II

Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya. 
Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Wah jadi bagaimana dong?.
Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah? 

 

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!.. hiiii

Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi).

Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.
Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi? 

 

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’.
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja. 

 

Kesimpulan: 

 

- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain). 

 

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi). 

 


- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah) 

 

- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep. 

 

Solusi Alternatif 

 

Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:
- Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
- Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
- Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).
- Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).
- dan lain-lain. 

 
Fakta… 

 

Pada kenyataannya.. banyak kita lihat, khususnya di SPBU, motor-motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

diunduh dari : KarismaFansClub.or.id dan diposting oleh capuletz


 

bensin vs motor yg anda gunakan ^^

ASAL USUL ANGKA OKTAN

Angka oktan bukan kata kiriman dari bangsa setan, dedemit atau roh gentayangan. Tapi, menyatakan kandungan molekul iso-oktan yang terdapat pada bahan bakar bensin. Kan secara garis besar, bensin dihuni iso-oktan dengan normal-heptan dan disebut PFR (Primary Reference Fuel).

Iso-oktan bersifat tahan digebuk kompresi. Mampu mencegah preignition yang mengakibatkan detonasi dan ngelitik. Sedangkan normal-heptan punya karakteristik kebalikan, gampang terbakar dengan sendirinya sebelum api busi meletik. 

“Makin tinggi kandungan oktan berarti mutunya bagus,” ucap Ir. Anton L. Wartawan, peneliti Lemigas. Nilai oktan tiap jenis bensin berbeda-beda. Super TT punya oktan 98, premix 93 dan premium 88.

Penentuan angka oktan, dilakukan oleh 2 lembaga di Amerika. “Namanya Research Octane Number (RON) dan Motor Octane Number (MON),” terang Anton yang juga mengajar di Jurusan Mesin Universitas Trisakti.

Angka ini didapat dari pengujian pada mesin disebut CFR (Coorporative Fuel Research). Mesin 1 silinder berkapasitas 612 cc dengan diameter 82,5 mm dan langkah (stroke) 114,3 mm. Tingkat kompresi bisa diatur naik-turun.

RON melakukan penelitian pada mesin dengan putaran 600 rpm dan suhu udara luar 125° F (51,6° C). Sedangkan MON melakukan pada putaran 900 rpm pada suhu 100° F (37,8° C). Bahan bakar yang digunakan sembarang. Bebas.

Kepala silinder diturunkan atau volume ruang bakar dikecilkan. Berarti kompresi naik, sehingga timbul detonasi. Penurunan kepala silinder diberi skala atau ukuran, yang dikonversi ke persen sesuai dengan jumlah ketukan yang terjadi.

Tingkat kompresi dan jumlah detonasi terakhir, dicarikan padanan yang sama dengan bensin murni hanya campuran iso-oktan dan normal-heptan. Misalkan bensin hasil tes itu berskala 90. Ini berarti setara dengan 90% iso-oktan dan 10% normal heptane. 


ADITIF PENDONGKRAK OKTAN

Nah, bila ternyata di lapangan dijumpai bensin beroktan lebih dari 100, berarti sudah ditambah aditif. Misalkan Tetra Ethyl Lead (TEL) pada iso-oktan. Tiap liter iso-oktan dicampur 1 mililiter TEL. 

Sebenarnya super TT dan premix pun sudah diberi aditif,” tambah Anton. Namanya Methyl Tertiary Buthil Ether (MTBE) dan tak berwarna. Maksudnya, selain menambah oktan juga menghindari pencemaran udara. Pasalnya, MTBE tidak mengandung logam dan bisa memecahkan timbal. 

Super TT dicampur MTBE hanya 10%, sedang premix 15%. Ini karena bahan dasar super TT sudah beroktan tinggi, yaitu 95. Karena diberi MTBE ini maka oktannya melonjak. Aditif MTBE sudah digunakan sejak 1970. 


PILIH BENSIN SESUAI KOMPRESI

“Pastikanlah pemakaian bensin sesuai karakter mesin,” anjur Anton. Tujuannya agar pembakaran jadi sempurna. Karena semua bahan bakar habis terbakar. Pemakaiannya jadi ekonomis dan gas buang tidak menyebabkan pencemaran. 

Tidak ada manfaatnya jika menggunakan bensin oktan tinggi pada mesin kompresi rendah. Selain tidak ekonomis, juga berbahaya. Artinya, bensin oktan tinggi sering mengandung timbal yang menyebabkan pencemaran udara. 

Bagusnya sih memilih bensin disesuaikan dengan karakter mesin. Misalkan kompresi mesin tinggi pakailah bensin oktan tinggi. Rekomendasi dari MON, misal kompresi mesin 9 : 1 pakailah bensin oktan minimal 96 (lihat tabel). 

Anton bilang, bila mesin kompresi tinggi diberi bensin oktan rendah malah bahaya. Bensin tidak terbakar sempurna. Ada yang terbawa ke pipa buang dan terbakar di knalpot. Bisa dideteksi dengan keluarnya bau yang tidak sedap dari moncong knalpot. Seperti bau telor gosong. 

Tabel Rasio Kompresi dan Angka Oktan 
Rasio kompresi Angka Oktan 
5:1 72
6:1 81
7:1 87
8:1 92
9:1 96
10:1 100
11:1 104
12:1 108

Sumber: M+
diunduh dari : KarismaFansClub.or.id dan diposting oleh afri